oleh

Gadis 20 Tahun Asal Konsel, (Mawar) Nama Samaran Alami Trauma Psikologis Akibat Di Gilir 8 Orang Pria

KENDARI||Perempuan adalah mahluk yang lemah maka wajib kaum para lelaki untuk melindungi menjaga dan menghormati namun Fakta yang terjadi tidak seperti yang diharapkan oleh para kaum wanita kini seorang gadis asal Kabupaten Konawe Selatan mengalami trauma psikologis akibat di lecehkan oleh 8 (delapan) orang pria sebut saja (Mawar) nama samaran usia 20 Tahun yang menjadi korban kekerasan seksual mawar diimingi untuk dipekerjakan dikota kendari namun tidak sesuai harapan, mawar disekap disebuah penginapan kost-kosan dan dipaksa untuk memenuhi kebutuh hasrat birahi para pelaku mawar yang tak berdaya selalu pasrah melayani meskipun itu dilakukan dengan kekerasan

Dengan segala kekurangan dan kelemahan mawar keluar dari persoalan itu dan bertemu seseorang yang berhati malaikat untuk menyelamatkan dari trauma psikologisnya sebut saja Anggota LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) Wilter Sultra yang di ketuai oleh Saudara “Muh Ansar s.

Dengan niat Bela Negaranya dan Membela orang-orang terzolimi/tertindas Ketua GMBI Wilter Sultra, Muh Ansar s. Bersedia secara swadaya untuk melakukan pendampingan hukum terhadap korban dengan secara Non litigasi harapnya atas perlakuan yang di alami korban harus mendapat keadilan dan para pelaku mendapat ganjaran yang setimpal.

Poto Korban Ketiga Dari Kiri Di Dampingi Para Srikandi GMBI Bidan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak LSM GMBI Wilter Sultra

CERITA KRONOLOGIS(MAWAR) KORBAN KEKERASAN SEKSUAL

Pada Bulan Juni Tahun 2023 dengan tanggal yang tidak diingat Saya kenal dengan seorang yang bernama AA melalui medsos Facebook (FB)dengan nama akun “Asis Anci” kemudian AA ajak saya ke Kendari AA menjanjikan saya untuk dipekerjakan setelah saya ke Kendari saya bertemu dengan AA lalu pada malam hari AA mengajak saya ke morosi tempat AA kerja dimorosi saya nginap dikamar Kost teman perempuan saya pada saat di morosi AA tidak melecehkan saya akunya

Pelecehan pertama yang saya alami setelah saya dari morosi saya kenal dengan seorang laki-laki berinisial (JD) melalui medsos Facebook(fb) JD mengajak saya ketemu dengan menjanjikan untuk memberikan pekerjaan setelah ketemu JD mengajak saya ke sebuah penginapan dikota kendari yang saya tidak ingat lagi karena pada saat itu malam hari setelah dikamar hotel JD menyuruh saya cucikan bajunya dengan berkata silahkan cuci baju saya sambil saya Carikan pekerjaan namun tidak lama kemudian JD memeluk saya dan memaksa melakukan hubungan layaknya suami istri berkali-kali Usai melakukan pelecehan kepada saya JD mengantar saya ke perumahan dosen Perdos, sama teman perempuan saya inisial K.U ungkapnya

Pelecehan ke 2 (dua) pada saat saya masih diperumahan dosen Perdos, tempat teman saya K.U AA kembali menghubungi saya untuk bertemu tepatnya AA menjemput saya dilapangan Perdos, kemudian AA mengajak saya jalan pada saat jalan saya tidak tau ternyata AA mengarah ke sebuah penginapan setelah AA dipenginapan dia ajak saya masuk kekamar ayo kita masuk cerita-cerita kata AA menirukan akan tetapi setelah saya dikamar bukannya diajak cerita malah langsung memeluk saya dan memaksa untuk berhubungan dan saya dilecehkan beberapa kali.ungkapnya

Sedangkan yang ke tiga saya kenal dengan AD lewat medsos Facebook (FB) selama 3 tiga hari AD ajak saya ketemu depan Kampus UHO pada siang hari setelah ketemu tepatnya didepan Kampus UHO AD ajak saya kesebuah tanah lapang disitu ada tempat berteduh saat berteduh AD merabah tubuh saya namun pada saat itu saya melakukan perlawanan kemudian karena mungkin tidak berhasil disitu AD ajak saya jalan dengan alasan bahwa nanti ada orang yang tangkap kita ayo kita jalan menirukan kalimat AD setelah jalan AD membawa saya kerumahnya di Kec, Konda setelah tiba dirumahnya AD memaksa saya untuk berhubungan badan sambi menutup mulut saya ke esokan harinya AD mengantar saya pulang ketempat teman perempuan saya inisial FD

Setelah itu saya kenal dengan AP melalui medsos Facebook (FB) dengan akun “april-april” AP bujuk saya dengan kalimat yang lembut bahwa kita satu kampung ngapain kamu tinggal disitu ayo kesini aku Carikan kerjaan menirukan kalimat AP, setelah ketemu AP mengajak saya kerumah BTN temannya setelah tiba AP langsung memaksa saya untuk berhubungan badan setelah melakukan hubungan badan AP memberikan saya uang sewa Maxim selang berapa hari saya tagi janjinya karena AP menjanjikan pekerjaan namun setelah saya menanyakan janjinya APengancam saya mau dilaporkan kepolisi dia mau sewa polisi untuk nangkap saya berapapun dia akan bayar polisinya asalkan saya dipenjara ungkapnya

Untuk pelaku yang ke 5 (lima) pada saat saya berada di Alolama Mandonga Kendari bersama keluarga dari Ibu Saya saya mendapat pesan masenger dari akun Facebook “Jhey Koltim” meminta nomor WhatsApp saya setelah itu Jy meminta di sharlok kemudian Jy mengatakan dia mengarah dari Asera namun herannya saya katanya dari Asera tapi kok sampenya cepat setelah tiba dilokasi menggunakan mobil dan dia langsung suruh saya masuk mobil dan langsung jalan menuju kehotel lalu saya bertanya kenapa harus kehotel tanya korban yah mau kemana lagi jawab pelaku setelah masuk kehotel JY langsung memaksa saya untuk berhubungan badan

Untuk yang ke 6 (enam) kali saya dilecehkan pada saat itu saya nyasar dan bingung tak tau mau kemana karena pada saat itu saya dilarang oleh ibu saya untuk kembali kerumah teman bapak saya kemudian saya meminta tolong ke teman FB untuk nginap kebetulan pada saat itu dia yang aktif pada saat itu dia jemput saya bawa kerumah kosnya setelah sampe kerumahnya saya dipaksa untuk bersetubuh orang itu saya nda kenal tapi saya tau tempatnya

Kemudian korban kembali menceritakan orang ke 7 (tujuh) yang melecehkan korban “kenal lewat Facebook (FB) dengan Akun A.n Oscar awalnya dia ajak ketemu pada jam 4 subuh setelah ketemu dia ajak saya kepenginapan menggunakan mobil untuk beristirahat katanya setelah tiba dikamar hotel Osca nama akunnya memaksa saya untuk berhubungan berkali-kali kata korban

Untuk yang ke 8 (delapan) Korban dengan kondisi terjepit tidak memiliki tempat tinggal kemudian korban meminta tolong kepada teman Facebook untuk tinggal beberapa hari sambil mencari pekerjaan namun korban jatuh ke tangan yang tidak amanah sehingg korban kembali mendapat perlakuan yang sama “Saya meminta tolong ke teman Facebook dengan nama akun “Ajrun ” kemudian setelah saya dikosnya saya juga dilecehkan dipaksa berhubungan.ungkap korban (mawar)nama samaran sambil mata berkaca dan terlihat hampir tidak punya gairah hidup

Saya sudah tidak tahan diperlakukan dilecehkan makanya saya berpikir ap saja yang terjadi kedepan yang penting mereka ini 8 delapan orang harus di tangkap dan dipenjara harapnya sisah 7 orang lagi karena yang satu inisial AD sudah menyerahkan diri harap Mawar kepada Awak media Rabu 2/8/2023 Pukul 00.01 Wita

Ditempat yang sama Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Wilter Sultra, Muh Ansar yang ditemui diruang kerjanya menyatakan bahwa kejadian yang dialami korban pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap korban dan mengawal sampai dipelaporan pada Aparat penegak hukum

Muh Ansar Mengungkapkan awal bertemu dengan korban jadi korban ini diantar oleh seorang ibu dirumah Anggota kami yaitu Anggota LSM GMBI bidang pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada Sore hari kemudian besoknya tanggal 1 Agustus anak ini diantar kekantor Kami di GMBI, dan disitu kami melakukan introgasi terhadap korban selama satu hari kemudian hasil interogasi kami simpulkan bahwa ini layak untuk di bawah ke Aparat Penegak Hukum APH setelah itu pada pukul 8.00.wita kami sudah siap untuk kepolres Kendari tiba-tiba salah satu yang diduga pelaku yang berinisial AD, itu menelpon ke korban tidak lama kemudian Pelaku muncul menggunakan kendaraan roda dua setelah salah satu pelaku ditempat saya melihat korban kayak dia defresi menundukkan kepala sambil nutup telingah saya tanya ke korban namun korban menjawab bahwa itu adalah salah satu pelaku.kemudian karena ini bukan kewenangan kami untuk menahan atau mengitrogasi pelaku sehingga kami berinisiatif untuk membawa korban bersama salah satu pelaku dipolres dan pelaku tersebut sudah sementara dimintai keterangan oleh penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak PPA di Unit IV Polresta kota Kendari urai ketua LSM GMBI Wilter Sultra Muh Ansar S.

Sementara itu hingga berita ini terbit media ini belum mendapat keterangan secara resmi dari kepolisian terkait hasil pemeriksaan saksi maupun korban namun media ini akan terus melakukan penggalian informasi sehingga kasus ini menjadi terang di masyarakat@Tim Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *